Banten

Kucurkan Rp4 Triliun! Strategi Berani Prabowo Hapus 1.800 'Jalur Maut' Kereta Api di Pulau Jawa

Abdurahman | 29 April 2026, 09:37 WIB
Kucurkan Rp4 Triliun! Strategi Berani Prabowo Hapus 1.800 'Jalur Maut' Kereta Api di Pulau Jawa
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Akurat Banten/Rahman))

AKURAT BANTEN – Presiden Prabowo Subianto tidak ingin lagi mendengar kabar duka dari perlintasan kereta api.

Menyusul tragedi memilukan di Bekasi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Kepala Negara langsung mengambil langkah radikal: mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp4 triliun untuk mengakhiri "teror" perlintasan maut di seluruh Pulau Jawa.

Baca Juga: Fakta Baru Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Terkuak Polisi Sebut Korban Tewas Alami Luka Fatal di Banyak Bagian Tubuh

Langkah Nyata di Tengah Duka

Kunjungan Presiden ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Selasa (28/4/2026), bukan sekadar seremonial.

Di sela-sela memantau kondisi korban, Prabowo menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Ia menginstruksikan investigasi total oleh KNKT dan sekaligus meresmikan dimulainya proyek infrastruktur penyelamat.

Sudah berapa puluh tahun masalah ini dibiarkan? Kita tidak boleh terus-terusan berduka di tempat yang sama. Saya sudah perintahkan: bangun flyover sekarang juga! Rakyat tidak boleh bertaruh nyawa setiap kali menyeberang rel. — Presiden Prabowo Subianto

Baca Juga: Duka Mendalam di Bekasi 15 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Membedah Strategi Rp4 Triliun: Flyover dan Modernisasi

Masalah perlintasan sebidang di Indonesia memang menjadi bom waktu, terutama yang masih menggunakan sistem manual atau bahkan tanpa penjagaan.

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan melakukan intervensi langsung melalui Bantuan Presiden (Banpres) untuk titik-titik paling kritis, dimulai dari Bekasi.

Berikut adalah poin-poin utama strategi berani Presiden:

  1. Hapus 1.800 Titik Rawan: Anggaran Rp4 triliun ditargetkan untuk membenahi, menutup, atau membangun jembatan layang (flyover) di 1.800 titik perlintasan sebidang di sepanjang jalur kereta api Pulau Jawa.

  2. Prioritas Flyover Bekasi: Menanggapi kepadatan arus lalu lintas di Bekasi, pembangunan flyover di titik rawan seperti Bulak Kapal akan segera direalisasikan tanpa birokrasi yang berbelit.

  3. Santunan dan Perlindungan Korban: Presiden memastikan seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan Bekasi ditanggung negara, serta pemberian kompensasi penuh bagi keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Identitas Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Terbuka, Daftar Nama Tewas dan Luka Bikin Haru

Investigasi Menyeluruh: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selain pembenahan fisik, Presiden menuntut akuntabilitas.

KNKT kini tengah membedah kronologi bagaimana sebuah taksi yang mogok bisa memicu tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Investigasi harus objektif. Apakah ini masalah teknis, kelalaian manusia, atau murni kegagalan sistem warisan masa lalu? Kita butuh jawaban untuk memastikan sistem transportasi kita benar-benar aman.

Baca Juga: Fakta Mengerikan Kecelakaan Kereta Bekasi Terungkap Ini Kronologi dan Jumlah Korban

Harapan Baru Transportasi Nasional

Publik kini menanti eksekusi dari janji besar ini.

Dengan komitmen dana Rp4 triliun, proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga menjadi fondasi baru bagi sistem transportasi massal yang modern dan minim risiko.

Keputusan Prabowo untuk terjun langsung dan mengucurkan dana besar menunjukkan bahwa era "membiarkan masalah lama" telah berakhir.

Bekasi hari ini adalah titik awal dari revolusi keselamatan kereta api nasional.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman